• 10 Film Menarik yang Berlatar Belakang Jakarta

    May 2, 2015 securewp comments

    Kamu yang mengaku sebagai orang Indonesia tentu mengenal dengan baik kota metropolitan, Jakarta. Sangat banyak sebutan atau pepatah mengenai Jakarta, bahkan ada yang bilang jika “Ibukota rumpang lebih kejam daripada ibu tiri. ”

    Gemerlap malam, perbedaan dan kerasnya Jakarta mungkin bagi sebagian besar orang sudah dirasakannya otonom. Tapi bagi mereka yang belum pernah mengadu nasib ke ibukota, film dengan background Jakarta dijadikan serupa acuan. Meskipun sifatnya palsu, beberapa film nyatanya benar-benar menghadirkan gemerlap dunia malam dan rutinitas warga ibukota. indomovie

    Daftar 10 Film Secara Background Jakarta

    Sebelum mengadu nasib ke Ibukota, Jakarta hal pertama yang wajib kamu lakukan merupakan mengenal seluk beluk tentang kota tersebut. Beberapa film berikut mungkin bisa jadi alat dan media pendedahan yang mudah:

    1. Cek Toko Sebelah (2016)

    Cek Toko Sebelah
    Film garapan Ernest Prakasa ini menghadirkan alur cerita yang unik dengan genre komedi yang kental. Cek Toko Sebelah berhasil masuk dalam bermacam-macam nominasi bahkan memenangkan nominasi Film Bioskop Terpuji di Festival Film Bandung.

    Menyatakan tentang keluarga etnis Tionghoa, seorang ayah dan 2 anak laki-laki. Dalam kaul, kedua anak mempunyai pegangan yang luar biasa bertentangan. Yohan (Dion Wiyoko) ialah fotografer freelance yang punya masa lalu kelam, kehidupan bersama Ayu (Adinia Wirasti) istrinya yang setia. Sang adik, Erwin (Ernest Prakasa) memiliki hidup yang lebih baik dan kekasih mempesona. Perjalanan hidup kakak dan adik ini mulai terusik ketika sang ayah terserang penyakit.

    1. Surah Untuk Jakarta (2016)

    Beda dari film sebelumnya, film Surat Untuk Jakarta merupakan film animasi superpendek dengan durasi 2 menit. Meskipun dibuat amat singkat, film ini nyatanya berhasil menarik perhatian banyak orang dan meraih Piala Citra sebagai Film Animasi Terbaik FFI 2016.

    Film garapan Aditya Prabaswara, Andre Sugianti dan Ardhira Anugrah Putra ini mengisahkan tentang rutinitas harian masyarakat Jakarta. Film Surat Untuk Jakarta pada awalnya sengaja dibuat sebagai bentuk penghormatan atau gift terhadap hari jadi Kota Jakarta yang ke-489.

    1. Blackhat (2015)

    Merupakan khilaf satu film Hollywood yang proses pengambilan gambarnya dikerjakan di berbagai negara dikategorikan di Jakarta. Saat syuting di ibukota, film ini mengambil cukup banyak visualisasi dari trademark kota Jakarta dan Indonesia.

    Blackhat menyuarakan tentang petualangan Nicholas Hathaway (Chris Hemsworth) memburu hacker. Film ini tidak hanya menampilkan adegan action yang memacu adrenalin tapi turut menunjukkan alur cerita yang menarik.

    1. Jalanan (2013)

    Film ini banyak menceritakan mengenai kisah kehidupan dari 3 pengamen muda di ibukota. Boni, Titi dan Ho merupakan tiga pengamen lembut yang terpinggirkan. Perjalanan hidup mereka yang sulit dan keras di Jakata digambarkan tanpa rekayasa.

    Dengan tolok ukur orisinil gubahan trio musisi tersebut, film Jalanan membuka sisi manis dan gelap dari kehidupan anak lembut yang berada di bawah kendali globalisasi dan kemajuankronologi, pertambahan, pertumbuhan, perubahan, perurutan, urut-urutan, kota metropolitan.

    1. Selamat Pagi, Malam (2014)

    Kisah beda tentang ibu kota jakarta selalu memukau untuk ditilik termasuk begitu matahari terbit dan terbenam. Film Selamat Pagi, Silam mengisahkan tentang 3 hawa unik dengan jalan muncul berbeda yang saling dipertemukan oleh takdir.

    Gia (Adinia Wirasti) merasakan kehampaan begitu kembali pulang ke Jakarta pasca menetap lama di New York. Indri (Ina Panggabean) bekerja sebagai penjaga handuk di sebuah gym yang bermimpi bertemu serta menikah dengan pria mampu yang ditemukannya dari website chatting di smartphone. Ci Surya (Dayu Wijanto) ialah ibu rumah tangga yang merasa kesepian ketika ditinggal mati suaminya yang ternyata memiliki wanita idaman unik.

    1. Sanubari Jakarta (2012)

    Daripada semua film bertema Jakarta yang telah disebutkan di atas, konsepnya mungkin bukan ada yang seunik film Sanubari Jakarta. film tersebut mengisahkan tentang kisah roman yang terjadi di kalangan kaum urban kota Jakarta.

    Kamu tidak hanya disuguhi dengan 1-2 pemeran utama melainkan banyak. Mengapa demikian? karena film berdurasi 100 menit ini memiliki 10 kisah berbeda, di mana masing-masing kisahnya digarap oleh 10 sutradara berbeda. Jika dalam keseharian kamu kian suka membaca cerpen maka kamu akan sangat menyenangi Film Sanubari Jakarta ini. xxi movie

    1. Belkibolang (2011)

    Konsep film itu hampir sama dengan film Sanubari Jakarta, di mana dalam satu film terdapat 9 cerita tentang skandal dua anak manusia yang terjadi di ibukota ketika malam hari. Dan tentu seperti film Sanubari Jakarta, Belkibolang turut disutradarai secara 9 sutradara yang berbeda. Sehingga kisah cinta yang ditampilkan pun lebih berpoleng. Setelah kamu menyelesaikan memandang film Sanubari Jakarta, lekas lanjutkan dengan menyaksikan Belkibolang ini.

    1. Jakarta Maghrib (2010)

    Film ini menggunakan waktu Maghrib sebagai timeline specialnya. Jadi sebagian besar film memang menjadikan waktu maghrib sebagai latar cerita. Di dalam umumnya, maghrib dikaitkan secara fenomena religius. Tapi film Jakarta Maghrib berusaha mengucapkan kesan yang lain mengenai Maghrib khususnya bagi bangsa urban Jakarta.

    Film Jakarta Maghrib terbagi dalam 5 segmen utama dan 1 segmen penutup. Tiap segmen menceritakan kisah unik daripada karakter tokoh yang tidak sama. Yang selanjutnya akan dipertemukan dalam satu segmen selesai yang diberi nama Ba’da. Secara tidak langsung film produksi PT. Kharisma Starvision Plus ini ingin menyampaikan kisah menarik dari tiap-tiap orang dengan maghrib yang berbeda di ibukota.

    1. Naga Bonar Oleh sebab itu 2 (2007)

    Merupakan film sekuel dari Naga Bonar. Film itu menceritakan tentang hubungan yang terjalin antara Nagabonar serta Bonaga dalam nuansa roh urban Jakarta. Bonaga (Tora Sudiro) adalah pengusaha sukses. Sedangkan Nagabonar (Deddy Mizwar) merupakan ayah dari Bonaga.

    Konflik mulai meruncing begitu Bonaga mendapatkan proyek resort yang ternyata mengincar ladang perkebunan sawit miliki Nagabonar. Film ini tidak cuma menceritakan kisah pengorbanan & kisah cinta antara ayah dan anak. Tapi turut menceritakan tentang nilai-nilai perlawanan dari cara pandang sempang dua karakter tokoh yang berbeda.

    1. Jakarta Undercover (2006)

    Film ini mengisahkan mengenai Vikitra (Luna Maya) seorang penari yang melarikan bangun ke Jakarta bersama adiknya, Ara setelah tidak terencana membunuh ayahnya. Kisah prosesi mereka yang tidak mudah semakin kelam saat Ara melihat aksi pembunuhan Haryo (Lukman Sardi) bersama teman-temannya. Di sisi lain, Viki bertemu dan berteman beserta Amanda (Fachri Albar) seorang waria penari striptis. Untuk melindungi Ara dan dirinya sendiri, Viki harus kembali melarikan diri hingga tanpa disadarinya dia semakin rontok tenggelam dalam gelapnya kehidupan di kota metropolitan.

    Demikianlah rangkuman film Indonesia secara latar belakang kota Jakarta. Hampir sebagian besar perbuatan film di atas kiranya sebelumnya sudah pernah engkau tonton karena memang amat populer di masa penayangannya.

    Dan sebagian lainnya, mungkin baru kamu ketahui perian ini. Tapi bukan jadi masalah, kamu masih bisa menyaksikan acting memukau daripada para aktris dan actor Indonesia di film-film memikat dengan kearifan Jakarta.

     

    Deskripsi : Beberapa film berikut mengambil latar belakang Jakarta dengan menghadirkan gemerlap bumi malam dan rutinitas kelompok ibukota.