• 9 Film Indonesia Paling Polemis namun Berprestasi

    June 4, 2014 securewp comments

    Industri film di tanah air benar-benar sedang menunjukkan gebrakan, terbukti banyak film Indonesia yang berhasil sukses di tayangkan di bioskop. Beberapa film bahkan mendapatkan penghargaan dari ajang perfilman mancanegara.

    Sayangnya, tidak sedikit film Indonesia yang memperoleh sambutan kurang baik bahkan harus mereguk pahitnya pemboikotan. Kondisi ini dipengaruhi berbagai aspek diantaranya problem internal yang tercipta di tubuh rumah pembuatan atau pelanggaran normal warga. Menariknya, hampir sebagian raksasa film kontroversial yang pernah ditolak bahkan diboikot justru mendapatkan apresiasi tinggi daripada kancah internasional.

    Daftar Film Indonesia Paling Kontroversial

    1. Dua Garis Biru (2019)

    garis biru 2019
    Film ini memperoleh banyak reaksi pro dan kontra bahkan sebelum dirilis di bioskop. Banyak yang menentang film Dua Strip Biru karena alur cerita yang diangkat dinilai terlalu sensitif. Meskipun telah memperoleh petisi pelarangan tayang, pada akhirnya film ini beroperasi merilis poster dan beker tayang diseluruh bioskop zona air. Film Dua Perenggan Biru akan ditayangkan Juli 2019 di nonton 21 .

    Mengisahkan tentang Bima dan Dara sepasang tuan, keduanya masih sangat belia dan berstatus sebagai mahasiswi SMA. Cinta yang terlalu buta membuat mereka berhubungan layaknya suami istri pada luar nikah. Karena laksana tersebut, Dara pun hamil.

    1. Kucumbu Uci-uci Indahku (2018)

    Film ini menjadi amat kontroversial karena mengusung genre maskulin-feminin. Dan belakangan penuh yang mengaitkan Kucumbu Uci-uci Indahku sebagai film bernuansa LGBT. Menceritakan tentang Juno, seorang penari Lengger Lanang yang tumbuh di tengah-tengah kekerasan politik. Di usianya yang sangat muda, Juno telah melihat banyak kekejaman yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

    Dan karena tanda itulah, Juno muda mesti hidup nomaden dari satu tempat ke tempat yang lain yang kemudian memperkenalkannya dengan berbagai orang baru. Film Kucumbu Tubuh Indahku kiranya banyak diboikot oleh pemerintah. Namun film ini tersimpan telah memenangkan penghargaan dalam Asia Pacific Screen Award dan penghargaan bergengsi yang lain lain.

    1. Look of Silence (2014)

    Merupakan salah satu film dokumenter terbaik yang sempat masuk dalam nominasi Oscar. Sayangnya, film garapan Oppenheimer ini banyak memperoleh penolakan dari berbagai pihak dalam Indonesia.

    Senyap atau The Look of Silence menyampaikan kisah Adi dan titisan yang dituduh sebagai anggota PKI. Tema utama film ini sekilas memang seakan-akan dengan film Jagal, namun film Senyap lebih banyak menjelaskan tentang kisah pembantaian massal.

    1. The Sun, The Moon and The Hurricane (2014)

    Menjadi sangat kontroversial di Indonesia, karena film ini mengangkat tema LGBT. Sudah jadi rahasia biasa jika tema ini menyebabkan pro dan kontra. Padahal jika melihat dari sisi lain film ini memiliki jalan cerita yang baik. Akting para aktornya pun luar biasa bagus.

    Film ini menyampaikan kisah Rain dan Kris. Kisah dimulai ketika Kris menolong Rain yang dianiaya oleh teman SMA-nya. Di akhir perkelahian yang tercipta, Kris mengajak Rain menginap di rumahnya yang kemudian menjadi rutinitas baru bagi Rain. Rain yang culun memiliki karakter yang sangat berbeda dengan Kris yang bandel dan sangat maskulin.

    Karena sudah terbiasa megah, Rain yang memiliki ciri-ciri homoseksual pada akhirnya rontok cinta dengan Kris. Dan meskipun memiliki kekasih yang cantik, sebenarnya Kris kendati memiliki kecenderungan untuk menyenangi sesama jenis. Pertentangan terus pertentangan terjadi di renggangan keduanya, hingga suatu peristiwa pada akhirnya mengubah sukma persahabatan mereka.

    1. Parts of the Heart (2012)

    Menyampaikan tentang Peter, pria homoseksual yang menetap di metropolis metropolitan, Jakarta. Kisah gelisah Peter bukanlah kisah percintaan biasa, dia harus dengan perantara berbagai babak sedari gelisah pertama hingga kehidupan ijab kabul.

    Pada film Parts of the Heart kita akan melihat sisi lain dari kehidupan pria homoseksual, dikategorikan tekanan sosial yang dialaminya dari orang sekitar. Berhasilkah, Peter menjaga mahligai pernikahannya dan menjauh dari pengaruh pria lain?

    1. About A Woman (2014)

    Tidak berbeda jauh dari film sebelumnya yaitu Something in The Way. Film About A Woman garapan Teddy Soeriaatmadja berniat tidak diangkat ke layar lebar untuk menjaga esensi filmnya.

    About A Woman mengisahkan mengenai seorang janda yang berusia 65 tahun. Hidupnya yang sendiri membuatnya merasa kesepian. Suatu perian, anaknya mengirimkan Abi mahasiswi SMA yang beru valid untuk menemani sekaligus mengurusnya.

    Tapi entah sejak kapan, Abi dan si randa mulai memiliki pandangan berbeda antara satu dan lainnya. Kasih sayang yang tadinya bersifat biasa mulai berubah menjadi kasih sayang yang bersifat cinta. Konsep agama, seksualitas serta kemunafikan intim memenuhi alur cerita About A Woman. Film ini hanya diputar di Singapura dan berhasil memperoleh penuh perhatian dari luar zona.

    1. Something In The Way (2013)

    Berbeda dari genre dan konsep sebelumnya, film Something in the Way menjadi kontroversial karena dinilai sebagai film Dewasa. Film ini menceritakan tentang Ahmad (Reza Rahadian) seorang pemuda yang rajin, pandai bersebati dan pekerja keras. Tapi, di sisi tergelapnya Ahmad ternyata memiliki libido yang tinggi terutama ketika mengamati wanita.

    Kisah Ahmad menjadi semakin rumit saat dirinya menaksir pada Kinar (Ratu Felisha) yang bekerja sebagai PSK. Sedangkan di kelompok lainnya, ada Raya (Rosnita Putri) seorang gadis indah hati yang ditunangkan secara Ahmad.

    1. Siti (2014)

    Film karya Eddie Cahyono itu mengisahkan tentang kehidupan perempuan yang berprofesi sebagai pemandu karaoke rendah di Parangtritis. Profesi yang dijalaninya ditentang oleh Bagus sang suami. Siti yang merasa ragu dan tertekan bertemu dengan polisi yang kemudian menghapuskan hubungan pernikahan dengannya.

    Film hitam putih ini sebelumnya tidak ditayangkan di bioskop Indonesia. Tapi karena keberhasilannya menyabet penghargaan selaku Film Terbaik FFI 2015, di akhirnya Film Siti beroperasi naik ke layar teater xxi indo xxi .

    1. Act of Killing (2012)

    Sebelumnya telah dijelaskan tentang film Jagal yang memiliki pola film yang serupa seperti film Senyap. Film karya Oppenheimer ini dalam prosesnya seharga ditayangkan di lembaga dan kampus tertentu.

    Film dokumenter ini banyak memperlihatkan sisi lain dari kisah pengatur pembunuhan anti-PKI. Act of Killing atau Jagal memproyeksikan tragedi yang terjadi sempang tahun 1965-1966 di mana pelaku pembunuhan tersebut memandang perbuatannya yang kejam sebagai aksi heroik.

    Film tersebut diboikot dan banyak ditentang karena dikhawatirkan akan menimbulkan jiwa komunisme pada tingkatan masa kini. Di gelanggang internasional, film Jagal beroperasi mendapatkan penghargaan di BAFTA 2014.

    Itulah daftar film paling kontroversial yang pernah melingkupi perkembangan perfilman di Indonesia. Salah satu ataupun beberapa film mungkin cukup familiar di telinga member, bahkan mungkin sudah tahu ditonton sebelumnya.

    Terlepas dari kontroversial yang melingkupi film-film tersebut, sebagai penonton yang bijak setidaknya kita dapat memilih dan memilah mana film yang layak tonton dan tidak. Hendaknya pula tidak langsung ikut menghakimi karya film milik orang-orang lain tanpa melihat lebih dalam kualitas dan prosedur pembuatan dari film itu.

     

    Penjelasan : Film polemis berikut pernah diboikot tapi justru mendapatkan apresiasi menjulung dari kancah internasional, menyimak daftarnya di sini.